Pengetahuan Islam, Kenapa Umat Terdahulu Lebih Banyak Mengalami Siksa Kubur? Ternyata Ini Alasannya
asalbagikan - wahai saudaraku, apakah Anda semua merasa takut kalau mendengar kata siksa kubur? Kita selalu membayangkan bagaimana nanti...

https://kajianamalan.blogspot.com/2019/10/pengetahuan-islam-kenapa-umat-terdahulu.html
asalbagikan - wahai saudaraku, apakah Anda semua
merasa takut kalau mendengar kata siksa kubur? Kita selalu membayangkan bagaimana nanti keadaan kita di dalam kubur? Pasti akan merasa takut, kesepian, gelap, dan meminta pada Allah untuk hidup di dunia dan berbuat kebaikan serta taat akan semua perintahnya? Apakah di dalam kubur nanti kita akan menerima nikmat kubur ataukah siksa kubur? Wallahualam. Semua itu hanya akan terjawab dan dirasakan kalau kita telah meninggal nanti. Semoga dengan selalu taat beribadah pada Allah, melaksanakan semua perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, selalu berusaha menjadi lebih baik dari kemarin, selalu melaksanakan sunnah-sunnah Rasul, selalu berusaha mengamalkan segala yang telah dipelajari dalam Al-Quran, dan selalu melaksanakan kebaikan pada semua orang, insyaAllah kita semua sanggup terhindar dari siksa kubur. Aaamiiin.
Dari sekian banyak alasannya yakni yang sanggup mendatangkan kita kepada siksa kubur, salah satu nya yakni perbuatan tidak beristinja’ sehabis kencing, ghibah dan namimah. Berikut ini penjelasannya menurut riwayat yang telah banyak disampaikan.
1. Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda ketika melewati dua buah kuburan,
“Kedua mayit ini sedang disiksa. Keduanya tidak disiksa lantaran dosa besar. Salah satunya disiksa lantaran tidak beristinja’ sehabis kencing dan yang lain disiksa lantaran selalu mengadu domba (namimah).”
Kemudian Rasulullah mengambil sebuah pelepah kurma lembap dan membaginya menjadi dua, masing-masing ditancapkan pada dua kuburan tersebut. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berbuat begitu?” Rasulullah menjawab, “Barangkali sanggup meringankan siksa keduanya selama belum kering,” (HR. Nasa’i).
Hadits tersebut diriwayatkan dengan banyak sekali sanad, di antaranya dikutip al Khallal dari Abu Hurairah RA,
“Sementara yang lain selalu menjelekkan orang lain dengan lisannya dan mengadu domba.”
Juga yang dikutip Thabrani dari Aisyah, Anas bin Malik dan Ibnu Umar serta dikutip Abu yu’la
merasa takut kalau mendengar kata siksa kubur? Kita selalu membayangkan bagaimana nanti keadaan kita di dalam kubur? Pasti akan merasa takut, kesepian, gelap, dan meminta pada Allah untuk hidup di dunia dan berbuat kebaikan serta taat akan semua perintahnya? Apakah di dalam kubur nanti kita akan menerima nikmat kubur ataukah siksa kubur? Wallahualam. Semua itu hanya akan terjawab dan dirasakan kalau kita telah meninggal nanti. Semoga dengan selalu taat beribadah pada Allah, melaksanakan semua perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, selalu berusaha menjadi lebih baik dari kemarin, selalu melaksanakan sunnah-sunnah Rasul, selalu berusaha mengamalkan segala yang telah dipelajari dalam Al-Quran, dan selalu melaksanakan kebaikan pada semua orang, insyaAllah kita semua sanggup terhindar dari siksa kubur. Aaamiiin.
![]() |
sumber : goole.com |
1. Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda ketika melewati dua buah kuburan,
“Kedua mayit ini sedang disiksa. Keduanya tidak disiksa lantaran dosa besar. Salah satunya disiksa lantaran tidak beristinja’ sehabis kencing dan yang lain disiksa lantaran selalu mengadu domba (namimah).”
Kemudian Rasulullah mengambil sebuah pelepah kurma lembap dan membaginya menjadi dua, masing-masing ditancapkan pada dua kuburan tersebut. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berbuat begitu?” Rasulullah menjawab, “Barangkali sanggup meringankan siksa keduanya selama belum kering,” (HR. Nasa’i).
Hadits tersebut diriwayatkan dengan banyak sekali sanad, di antaranya dikutip al Khallal dari Abu Hurairah RA,
“Sementara yang lain selalu menjelekkan orang lain dengan lisannya dan mengadu domba.”
Juga yang dikutip Thabrani dari Aisyah, Anas bin Malik dan Ibnu Umar serta dikutip Abu yu’la
dari Jabir,
“Salah satunya selalu meng-ghibah orang lain.”
Al-Astram juga mengutip riwayat Abu Umamah,
“Orang-orang mengatakan, ‘Wahai nabi, hingga kapan mereka akan disiksa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ini yakni hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah. Kalau hati kalian tidak berbeda-beda dan kalau bukan lantaran pembicaraan kalian yang bermacam-macam, kalian niscaya akan mendengar ibarat yang sedang saya dengar.’”
2. Aisyah RA pernah bercerita,
“Ada seorang perempuan Yahudi yang menemuiku seraya berkata, ‘Siksa kubur itu lantaran air kencing.’ Aku pun menanggapinya, ‘Bohong engkau.’ Dia berkata kembali, ‘Aku tidak berbohong, nanti kita pun akan menarik kulit dan pakaian lantaran siksa tersebut.’ Tiba-tiba Rasulullah keluar untuk menunaikan shalat, sementara pembicaraan kami terdengar semakin keras. Rasulullah bertanya, ‘Ada apa ini?’ Akupun memberitahukan apa yang telah dikatakan perempuan Yahudi tersebut. Rasulullah berkata, ‘Wanita tersebut memang benar.’ Sejak itu Rasulullah tidak pernah shalat lagi kecuali selalu membaca doa usai shalat berikut, ‘Ya Tuhan, Jibril, Mikail dan israfil, lindungilah saya dari panasnya neraka dan siksa kubur,’” (HR. Nasa’i).
3. Dari Abdurrahman bin Hasanah bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda,
“Apakah kalian tahu apa yang dialami orang bani Israil? Jika mereka hingga terkena air kencing, mereka memotong bab badan yang terkena air kencing tersebut. Kemudian mereka dihentikan dan diapun disiksa di kuburannya,” (HR. Abu Daud).
4. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah bersabda, “Hal yang paling banyak menyebabkan siksa kubur yakni air kencing,” (HR. Ibnu Majah).
5. Ibnu Abbas meriwayatkan dari Rasulullah,
“Kebanyakan orang yang disiksa di alam kubur yakni lantaran air kencing. Jadi, bersihkanlah diri kalian dari air kencing,” (HR. Hakim).
6. Dari Anas RA, Rasulullah pernah berkata;
“Bertaqwalah kepada Allah dalam hal air kencing lantaran air kencing yakni hal pertama yang akan dihisab di alam kubur.”
7. Rasulullah pernah bersabda
‘Maimunah, berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur!’
Aku bertanya, ‘Rasulullah, apakah siksa kubur benar-benar ada?’
Rasulullah menjawab, ‘Ya Maimunah, dan siksaan yang paling pedih yakni lantaran ghibah dan namimah.’
‘Siksaan terhadap ketiga hal tersebut terjadi di alam kubur lantaran alam kubur merupakan daerah kehidupan alam abadi yang pertama kali.’
Sumber: Misteri Malam Pertama di Alam Kubur/Jubair Tablig Syahid/Cable Book/Juni 2012.
Sumber : islampos.com
“Salah satunya selalu meng-ghibah orang lain.”
Al-Astram juga mengutip riwayat Abu Umamah,
“Orang-orang mengatakan, ‘Wahai nabi, hingga kapan mereka akan disiksa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ini yakni hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah. Kalau hati kalian tidak berbeda-beda dan kalau bukan lantaran pembicaraan kalian yang bermacam-macam, kalian niscaya akan mendengar ibarat yang sedang saya dengar.’”
2. Aisyah RA pernah bercerita,
“Ada seorang perempuan Yahudi yang menemuiku seraya berkata, ‘Siksa kubur itu lantaran air kencing.’ Aku pun menanggapinya, ‘Bohong engkau.’ Dia berkata kembali, ‘Aku tidak berbohong, nanti kita pun akan menarik kulit dan pakaian lantaran siksa tersebut.’ Tiba-tiba Rasulullah keluar untuk menunaikan shalat, sementara pembicaraan kami terdengar semakin keras. Rasulullah bertanya, ‘Ada apa ini?’ Akupun memberitahukan apa yang telah dikatakan perempuan Yahudi tersebut. Rasulullah berkata, ‘Wanita tersebut memang benar.’ Sejak itu Rasulullah tidak pernah shalat lagi kecuali selalu membaca doa usai shalat berikut, ‘Ya Tuhan, Jibril, Mikail dan israfil, lindungilah saya dari panasnya neraka dan siksa kubur,’” (HR. Nasa’i).
3. Dari Abdurrahman bin Hasanah bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda,
“Apakah kalian tahu apa yang dialami orang bani Israil? Jika mereka hingga terkena air kencing, mereka memotong bab badan yang terkena air kencing tersebut. Kemudian mereka dihentikan dan diapun disiksa di kuburannya,” (HR. Abu Daud).
4. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah bersabda, “Hal yang paling banyak menyebabkan siksa kubur yakni air kencing,” (HR. Ibnu Majah).
5. Ibnu Abbas meriwayatkan dari Rasulullah,
“Kebanyakan orang yang disiksa di alam kubur yakni lantaran air kencing. Jadi, bersihkanlah diri kalian dari air kencing,” (HR. Hakim).
6. Dari Anas RA, Rasulullah pernah berkata;
“Bertaqwalah kepada Allah dalam hal air kencing lantaran air kencing yakni hal pertama yang akan dihisab di alam kubur.”
7. Rasulullah pernah bersabda
‘Maimunah, berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur!’
Aku bertanya, ‘Rasulullah, apakah siksa kubur benar-benar ada?’
Rasulullah menjawab, ‘Ya Maimunah, dan siksaan yang paling pedih yakni lantaran ghibah dan namimah.’
‘Siksaan terhadap ketiga hal tersebut terjadi di alam kubur lantaran alam kubur merupakan daerah kehidupan alam abadi yang pertama kali.’
Sumber: Misteri Malam Pertama di Alam Kubur/Jubair Tablig Syahid/Cable Book/Juni 2012.
Sumber : islampos.com