Belajar Perihal Tujuh Tips Terbaik Menghadapi Ujian Hidup Yang Diajarkan Oleh Islam
Oleh Himler Usman السلام عليكم ورحمة الله وَبَرَكَاتهُ بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ Allah Subhanahu w...
https://kajianamalan.blogspot.com/2019/10/belajar-perihal-tujuh-tips-terbaik.html
Oleh Himler Usman
السلام عليكم ورحمة الله وَبَرَكَاتهُ
بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa berfirman yang artinya :
"Maka bekerjsama dibalik kesulitan itu ada kemudahan, bekerjsama sehabis kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5- 6)
.
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa berfirman yang artinya :
“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan hambanya itu. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan beliau mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 286).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda yang artinya : “Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka beliau akan diberi-Nya cobaan.” (H.R.Bukhari).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda yang artinya :
“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu menyayangi suatu kaum maka Dia mengujinya. Siapa saja yang rela menerimanya, beliau mendapat keredhaan Allah, dan barang siapa yang murka, maka beliau pun mendapat kemurkaan Allah” (H.R.Tirmidzi)
Sahabat-sahabatku yg dirahmati Allah
Apa-apa pun keadaan yang menimpa diri kita, insyaallah akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan perilaku positif.
Ketika ini, terasa betapa kehidupan ialah sangat berat.
Kenaikan harga barang, peristiwa alam, pertarungan politik, dan memuncaknya problematika dan sebagainya, telah menjadi warna mayoritas di dalam pemberitaan media cetak maupun elektronika.
Tips untuk menghadapi ujian hidup dalam Islam
Saya ingin menyebarkan dengan sobat – sobat semua tips untuk menghadapi ujian hidup yang dianjurkan oleh agama Islam. Sebenarnya, paling tidak, ada tujuh tips untuk menghadapi pelbagai ujian hidup, yaitu :
* Pertama, yakinlah bahwa ujian itu merupakan mulut cinta Allah pada hamba-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa menawarkan cobaan biar kita menjadi lebih cukup umur dan matang dalam mengharungi kehidupan. Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka beliau akan diberi-Nya cobaan.” (H.R.Bukhari).
* Kedua, yakinlah bahwa semakin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan syarat, kita sanggup menuntaskan setiap ujian hidup itu secara baik.
Anas r.a. berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu menyayangi suatu kaum maka Dia mengujinya. Siapa saja yang rela menerimanya, beliau mendapat keredhaan Allah, dan barang siapa yang murka, maka beliau pun mendapat kemurkaan Allah” (H.R.Tirmidzi)
* Ketiga, yakinlah bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan.
Abu Said dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang muslim yang ditimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya (H.R. Bukhari dan Muslim).
* Keempat, selalulah untuk berfikir faktual bahwa apa – apa pun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan.
Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh menakjubkan perilaku seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, beliau bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, beliau bersabar, maka itu lebih baik baginya.”(H.R.Muslim).
* Kelima, yakinlah bahwa setelah kita ditimpa kesulitan, maka akan ada kemudahan.
Fakta memperlihatkan bahwa idea – idea yang ahli sering muncul dikala kita berada di puncak kesulitan.
Contohnya mungkin kita telah pernah merasakannya
Karena bekerjsama sehabis kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5- 6)
* Keenam, selalu optimis bahwa kita sanggup menuntaskan setiap ujian hidup yang Allah berikan, alasannya ialah Allah tidak akan menawarkan ujian hidup di luar kemampuan hamba-Nya.
Optimis sanggup melahirkan tenaga yang tersembunyi dalam diri kita, kerana itu optimis boleh menjadi materi bakar untuk menuntaskan segala persoalan.
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan hambanya itu. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan beliau mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 286).
* Ketujuh, menghadapi ujian hidup dengan perjuangan dan doa.
Kerahkan segala ikhtiar untuk menuntaskan ujian hidup dan follow-up perjuangan itu dengan doa.
Maka apabila kau telah tamat (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kau berharap” (Q.S. Alam Nasyarh 94 : 7 – 8). Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Aku kabulkan doamu.” (Q.S. Al-Mu’min 40: 60).
Itulah tujuh tips untuk menghadapi pelbagai ujian hidup.
Apa pun kasus yang menimpa diri kita, In syaa Allah ia akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan perilaku positif, optimistik, ikhtiar yang maksimum dan diikuti dengan do'a.
Sesungguhnya dukungan Allah akan turun kalau kita berada dipuncak ujian. Untuk itu, jadikanlah ujian hidup sebagai tangga untuk meraih dukungan Allah Subhanahu wa Ta'aalaa.
Demikianlah, klarifikasi sederhana ini, semoga ada manfa'atnya dalam menggapai kasih sayang dan ridha Allah Ta'aalaa. Aamiin...
