Belajar Perihal Mempertahankan Doktrin Biar Tidak Hilang Dari Diri Kita
Oleh Himler Usman السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ Allah...
https://kajianamalan.blogspot.com/2019/10/belajar-perihal-mempertahankan-doktrin.html
Oleh Himler Usman
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ
بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa berfirman
:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah kepercayaan mereka. "
(QS. al-Anfal: 2)
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa berfirman :
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
" Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan ialah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana," (QS. al-Fath: 4)
Allah Subhanahu wa Ta'aalaa berfirman :
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُون
" Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. " (QS. al-An’am: 88)
Sahabat-sahabatku yg dirahmati Allah
Iman naik turun, bagaimana menjaganya supaya tetap stabil? Bagaimana mempertahankan kepercayaan supaya tetap bertahan dalam diri kita?
Simak cara umum & khususnya…
Berbicara perihal kepercayaan memang merupakan salah satu kunci kesempurnaan seorang hamba alasannya insan didasari oleh iman, apabila kepercayaan sedang lemah maka pasti akan berada dijalan yang menyesatkan, begtu pula sebaliknya
Oleh alasannya itu, betapa pentingnya kita menjaga kepercayaan selalu besar lengan berkuasa dalam menahan segala godaan- godaan syaithan, jangan hingga kita kehilangan kepercayaan jikalau kita sudah kehilangan kepercayaan dalam diri kita, maka sudah tidak akan ada lagi rasa kondusif dan nyaman dalam diri
Memperkuat kepercayaan dalam diri sanggup secara mujmal (global) dan mufashshal (terperinci) secara mujmal (global) sanggup dengan:
1) Tadabbur (mempelajari) ayat-ayat Allah yang tertulis, yaitu al-Quran dan As-Sunnah.
2) Merenungkan ayat-ayat kauniyyah (alam semesta)-Nya dalam berbagai ragamnya.
3) Berkeinginan untuk mengetahui kebenaran (al-haq) yang karenanya seorang hamba diciptakan.
4) Melaksanakan kebenaran.
Sedangkan secara mufashshal (terperinci) ialah dengan :
1) Mengenal Asmaaul Husnaa (Nama-nama Allah yang paling indah) …… serta berusaha untuk memahami makna-Nya dan beribadah kepada-Nya.
2) Mengetahui hadits-hadits Rasulullah dan apa yang diserukannya berupa ilmu-ilmu keimanan dan pengamalannya.
3) Bertafakkur (memikirkan) alam semesta, mengenai penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya.
4) Bertafakkur perihal banyaknya nikmat Allah.
5) Memperbanyak dzikir kepada Allah di setiap dikala dan banyak berdoa yang merupakan inti ibadah.
6) Berusaha untuk merealisasikan derajat ihsan dalam beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada makhluk-Nya.
7) Berbuat baik kepada sesama dengan ucapan, perbuatan, harta, kedudukan dan banyak sekali hal yang bermanfaat.
8) Berdakwah (menyeru manusia) kepada Allah dan kepada Agama-Nya.
9) Mempersiapkan diri utk menghadapi semua yang menafikan iman, yaitu kekafiran, kemunafikan, kefasikan dan kemaksiatan.
Semoga uraian singkat perihal kepercayaan ini sanggup memperlihatkan pencerahan bagi kita semua sahabat muslimku, termasuk aku sendiri tentunya dalam rahmah dan ridha Allah Ta'aalaa. Aamiin..
