Pengetahuan Islam, Astaghfirullah! Inilah 4 Bahaya Allah Buat Yang Suka Menunda Waktu Shalat Wajib
asalbagikan - Seringkali kita dihadapkan pada kondisi yang sangat sibuk. Mengurus rumah, mengurus pekerjaan, mengurus anak, mengurus suam...

https://kajianamalan.blogspot.com/2019/10/pengetahuan-islam-astaghfirullah-inilah.html
asalbagikan - Seringkali kita dihadapkan pada kondisi
yang sangat sibuk. Mengurus rumah, mengurus pekerjaan, mengurus anak, mengurus suami, mengurus bisnis, mengurus banyak hal yang menciptakan kita tanpa sadar menuda-nunda shalat.
Saat adzan tiba, bukannya pribadi ambil wudhu dan melakukan ibadah wajib ini. Kita malah keasyikan dengan acara kita, bahkan tak jarang kita menundanya.
Agar kita tidak menunda-nunda shalat wajib ketika tiba waktunya, kita harus mengetahui apa saja ancaman menunda-nunda shalat wajib? Simak apa saja bahayanya berikut ini.
1. Dosa Besar
Orang yang menunda atau bahkan meremehkan waktu shalat fardhu hingga lewat waktunya yakni dosa besar.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Maka datanglah setelah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Makna Idha’atus Shalat (menyia-nyiakan shalat) berdasarkan sebagian ulama tafsir yakni shalat di luar waktunya dan suka meninggalkan shalat.
Umar bin Abdul Aziz berkata ihwal maksud ayat di atas, “(makna,-ter) mereka menyia-nyiakan shalat itu bukan meninggalkannya, tetapi menunda-nunda waktunya.”
Imam Ibnu Katsir menukil perkataan al-Auza’i yang dari Musa bin Sulaiman dari Al-Qasim bin Mukhaimarah ihwal maksud ayat di atas, “Mereka menyia-nyiakan (menunda-nunda) waktunya, kalau meninggalkan maka telah kafir.”
2. Akan menerima celaka dan kehancuran
Firman Alllah Swt yang artinya: “Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lupa akan sholatnya.” Al-Maa’uun: 4-5).
Orang-orang lupa yakni orang-orang yang lalai dan meremehkan sholat. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. ihwal orang-orang yang lupa akan salatnya. Beliau menjawab, yaitu mengakhirkan waktunya.”
Mereka disebut orang-orang yang sholat. Namun, ketika mereka meremehkan dan mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya, mereka diancam dengan Wail, azab yang berat.
3. Mengalami kerugian
Firman Allah SWT yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kau dari mengingat ALLAH. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munafiqun: 9)
Para mufasir menjelaskan, “Maksud mengingat ALLAH dalam ayat ini yakni sholat lima waktu. Maka, barang siapa disibukkan oleh harta perniagaannya, kehidupan dunianya, sawah ladangnya, dan anak-anaknya dari mengerjakan salat pada waktunya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi.”
Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, “Amal yang pertama kali dihisab padahari selesai zaman dari seorang hamba yakni sholatnya. Jika sholatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya, kalau rusak, sungguh telah gagal dan merugilah ia.” (HR Tirmizi dan yang lain dari Abu Hurairah. Ia berkata, “Hasan Gharib.”)
4. Akan dimasukkan ke Neraka
Firman Allah Swt yang artinya, “Maka datanglah setelah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan berzakat shaleh, maka mereka akan masuk nirwana dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (QS.Maryam:59-60)
Adapun “ghayyu“ yakni lembah yang berada di neraka jahanam, yang amat jauh kedalamannya, sangat bacin rasanya, bagi orang-orang yang melalaikan shalatnya.
Allah Ta’ala juga berfirman, “Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Maun:4-5)
Wail yakni lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur sebab panasnya. Itulah tempatmu kelak kalau kau tidak mau bertaubat.
Jika sudah tahu ihwal ganjaran yang diterim aoleh orang yang lalai terhadap ibadah shalat, mari kita berusaha untuk menyegerakan shalat ketika adzan kalau tiba, jangan. Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita untuk selalu melakukan shalat di awal waktu. Aamiin.
Sumber: ummi-online.com
yang sangat sibuk. Mengurus rumah, mengurus pekerjaan, mengurus anak, mengurus suami, mengurus bisnis, mengurus banyak hal yang menciptakan kita tanpa sadar menuda-nunda shalat.
Saat adzan tiba, bukannya pribadi ambil wudhu dan melakukan ibadah wajib ini. Kita malah keasyikan dengan acara kita, bahkan tak jarang kita menundanya.
![]() |
Sumber: Rumahzakat.org |
1. Dosa Besar
Orang yang menunda atau bahkan meremehkan waktu shalat fardhu hingga lewat waktunya yakni dosa besar.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Maka datanglah setelah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59)
Makna Idha’atus Shalat (menyia-nyiakan shalat) berdasarkan sebagian ulama tafsir yakni shalat di luar waktunya dan suka meninggalkan shalat.
Umar bin Abdul Aziz berkata ihwal maksud ayat di atas, “(makna,-ter) mereka menyia-nyiakan shalat itu bukan meninggalkannya, tetapi menunda-nunda waktunya.”
Imam Ibnu Katsir menukil perkataan al-Auza’i yang dari Musa bin Sulaiman dari Al-Qasim bin Mukhaimarah ihwal maksud ayat di atas, “Mereka menyia-nyiakan (menunda-nunda) waktunya, kalau meninggalkan maka telah kafir.”
2. Akan menerima celaka dan kehancuran
Firman Alllah Swt yang artinya: “Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lupa akan sholatnya.” Al-Maa’uun: 4-5).
Orang-orang lupa yakni orang-orang yang lalai dan meremehkan sholat. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. ihwal orang-orang yang lupa akan salatnya. Beliau menjawab, yaitu mengakhirkan waktunya.”
Mereka disebut orang-orang yang sholat. Namun, ketika mereka meremehkan dan mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya, mereka diancam dengan Wail, azab yang berat.
3. Mengalami kerugian
Firman Allah SWT yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kau dari mengingat ALLAH. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munafiqun: 9)
Para mufasir menjelaskan, “Maksud mengingat ALLAH dalam ayat ini yakni sholat lima waktu. Maka, barang siapa disibukkan oleh harta perniagaannya, kehidupan dunianya, sawah ladangnya, dan anak-anaknya dari mengerjakan salat pada waktunya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi.”
Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, “Amal yang pertama kali dihisab padahari selesai zaman dari seorang hamba yakni sholatnya. Jika sholatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya, kalau rusak, sungguh telah gagal dan merugilah ia.” (HR Tirmizi dan yang lain dari Abu Hurairah. Ia berkata, “Hasan Gharib.”)
4. Akan dimasukkan ke Neraka
Firman Allah Swt yang artinya, “Maka datanglah setelah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan berzakat shaleh, maka mereka akan masuk nirwana dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (QS.Maryam:59-60)
Adapun “ghayyu“ yakni lembah yang berada di neraka jahanam, yang amat jauh kedalamannya, sangat bacin rasanya, bagi orang-orang yang melalaikan shalatnya.
Allah Ta’ala juga berfirman, “Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Maun:4-5)
Wail yakni lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur sebab panasnya. Itulah tempatmu kelak kalau kau tidak mau bertaubat.
Jika sudah tahu ihwal ganjaran yang diterim aoleh orang yang lalai terhadap ibadah shalat, mari kita berusaha untuk menyegerakan shalat ketika adzan kalau tiba, jangan. Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita untuk selalu melakukan shalat di awal waktu. Aamiin.
Sumber: ummi-online.com